Kata kunci tumbuhan
Mencari hanya di Pupuk   Mencari dalam semua kategori
Ditemukan 34 spesies dibawah kategori : Pupuk

Pongamia pinnata Merr.
Inggris : Pongam, Indian beech (En). Pongame oil tree (Am).
Indonesia :

Perdu gundul atau pohon dengan cabang tersebar, bertahunan atau meranggas dengan cepat, dengan tinggi 15-25 m, diameter batang hingga 80 cm. Kulit kayu halus atau sedikit berlekahan menyamping, berwarna kelabu. Percabangan dengan lampang berwarna pucat bekas penumpu terlepas. Daun menyirip gasal, berwarna merah-kemerahmudaan ketika muda, berwarna hijau tua mengilap pada permuaan atas dan hijau pudar dengan urat daun menonjol di bagian bawahnya ketika tua. Daun berjumlah 5-9, berbentuk bundar telur, menjorong atau melonjong, dengan ukuran 5-25 cm x 2.5-15 cm, ujung daun menumpul-melancip, dan membundar hingga membaji pada pangkalnya. Perbungaan seperti tandan di ketiak, dengan panjang 6-27 cm, menyokong pasangan-pasangan bunga berbau kuat, berwarna putih hingga merah muda, ungu pada bagian dalam dan berurat kecoklatan pada bagian luarnya. Polong bertangkai pendek, berbentuk lonjong menyerong hingga menjorong, tipis, berukuran 5-8 cm x 2-3.5 cm x 1-1.5 cm, halus, menjangat tebal hingga agak mengayu, memaruh, tidak merekah, berisi 1-2 biji. Biji membulat telur padat, berukuran 1.5-2.5 cm x 1.2-2 cm x 0.8 cm, dengan lapisan yang rapuh.
Kategori : Pupuk 
Sinonim : Pongamia glabra Ventenat (1803), Millettia novo-guineensis Kanehira & Hatusima (1942), Derris indica (Lamk) J.J. Bennett (1971).

Pueraria phaseoloides Benth.
Inggris : Tropical kudzu, puero (Australia) (En).
Indonesia :

Terna bertahunan berakar dalam yang memanjat, membelit, batang berambut. Akar agak berumbi. Batang utama berdiameter sekitar 6 mm, dan dapat mencapai panjang 4.5-10 m, batang akan berakar pada bukunya bila menyentuh tanah basah, batang samping akan bercabang dari buku. Pucuk muda ditutupi dengan rambut-rambut coklat. Daun lebar, berdaun tiga, penumpu bersegi tiga hingga bundar telur dengan ukuran 4-11 mm x 2-3 mm, berbulu; panjang tangkai daun 3-11 cm, berambut. Daun teratas simetris, menyegitiga atau bundar telur, berukuran 2-20 cm x 2-16 cm, tipis, pangkalnya membaji lebar atau agak mengetupat dan bercuping sangat dangkal. Daun samping menyerong berukuran (4-)6-7(-14) cm x (3-)6-7(-12) cm, pada permukaan atas berambut tipis, berwarna hijau keabuan dan permukaan bawah berbulu padat. Perbungaan tandan tak bercabang di ketiak dengan panjang 10-46 cm, berbulu, panjang tangkai bunga sekitar 13 cm; panjang bunga 10-23 mm, berwarna lembayung muda hingga ungu tua, berpasangan. Buah polong lurus atau sedikit melengkung, berbentuk menggalah atau silindris padat dengan ukuran 4-12.5 cm x 3-5 mm, dilapisi tipis dengan rambut-rambut keras dan rapat. Polong berwarna hitam bila matang berisi 10-20 biji. Biji berbentuk silindris hingga mengubus dengan sudut membulat, berukuran sekitar 3 mm x 2 mm, berwarna coklat hingga hitam kecoklatan.
Kategori : Pupuk 
Sinonim : Dolichos phaseoloides Roxb. (1832).

Saccharum officinarum L.
Inggris : Sugar cane
Indonesia : Tebu

Rumput menahun yang kokoh, bisa mencapai tinggi sampai 6 m. Sistem perakaran melebar tetapi terpusat pada kedalaman 60 cm dari permukaan tanah, ruas, diameter batang 2-5 cm, dan terbagi menjadi 10 -40 buku. Daun tumbuh pada buku-buku, berbentuk menggaris, terletak berseling pada sisi batang, pelepah daun menabung, menutupi batangnya dengan ligula yang bervariasi bentuknya tergantung kultivarnya ada yang berbentuk garis, menyegitiga, bentuk bulan sabit, atau bentuk busur. Perbungaan malai berada di ujung batang dengan panjang 25-50 cm. Buah seperti padi dengan panjang 1 mm.
Kategori : Pupuk 
Sinonim :

Sargassum
Inggris :
Indonesia : Alga sargassum

Algae Sargassum tumbuh sepanjang tahun, tumbuhan ini bersifat "perenial" atau setiap musim barat maupun timur dapat dijumpai di berbagai perairan. Algae Sargassum tumbuh berumpun dengan untaian cabang-cabang. Panjang thalli utama mencapai 1 - 3 m dan tiap-tiap percabangan terdapat gelembung udara berbentuk bulat yang disebut "Bladder," berguna untuk menopang cabang-cabang thalli terapung ke arah permukaan air untuk mendapatkan intensitas cahaya matahari.
Kategori : Pupuk 
Sinonim :

Senna hirsuta (L.) H.S.Irwin & Barneby
Inggris : Woolly wild sensitive plant
Indonesia : Kasingsat bulu

Terna tegak atau tersebar, berbatang tunggal atau bebrapa, dengan panjang hingga 2.5 m, akan mengayu sejalan dengan pertambahan umur, berbau busuk, berambut tapi sangat tersebar.; ranting beralur dan beriga, berambut tebal. Daun menyirip genap, dengan panjang 10-20 cm; penumpu berbentuk memita-meruncing, dengan panjang 3-15 mm, biasnaya tidak berkanjang.; tangkai daun besar dan kuat dengan panjang hingga 6.5 cm, memasai, diatasnya tersisip melekat kelenjar berbentuk lonjong; Perbungaan di ketiak atau jarang sekali di ujung, dengan, 2-8 bunga tandan (hingga 45 di Amerika Selatan), dengan panjang 1(-8) cm, bergabung dalam malai mendaun; panjang tangkai daun hingga 3 cm; bunga berwarna kuning. Buah polong melancor hingga menyudut lurus, dengan ukuran 6-28 cm x 3-7 mm, bersekat, berisi biji 50-90, bersusuhan. Biji sedikit padat, bundar, berdiameter sekitar 3 mm, berwarna hijau zaitun gelap; areola hampir menjorong, dengan panjang, 0.5-2.5 mm.; Senna hirsuta sangat beragam dan 7 varietas telah dibedakan di Amerika Selatan. Si Asia Tenggara, terdapat 2 varietas: var. hirsuta (tersebar luas sebagai gulma di Asia Tenggara dan daerah dunia lama tropis lainnya. Buah lurus, berukuran 11-15 cm x 4-6.5 mm, berbulu-memasai) dan var. puberula Irwin & Barneby (tersebar luas di Amerika Selatan, tetapi di Asia Tenggara hanya terdapat di Filipina sebagai gulma, buah melengkung keluar, dengan ukuran, 15-25 cm x 3-6 mm). Di Asia Tenggara bunga Senna hirsuta berbunga sepanjang tahun. Biasanya kebanyakan buah melengkung ketika dan lurus ketika matang, yang dicirikan dengan kampuh menonjol, gundul dan kedua sisinya bersusuhan tebal.; Nama sinonimnya Cassia hirsuta masih umum digunakan dalam literatur. Hingga permulaan tahun 1980, Cassia L. telah dipertimbangkan menjadi genus dengan lebih dari 500 jenis. Genus besar Cassia L. emend. Gaertner sekarang telah dibagi ke dalam 3 genus: Cassia (pohon, beberapa tangkai sari melengkung, terdapat daun gantilan, pada biji tidak terdapat areola), Senna Miller (terna, perdu atau pohon, semua tangkai sari lurus, daun gantilan tidak ada, terdapat areola pada biji) dan Chamaecrista Moench (terna atau perdu, semua tangkai sari lurus, terdapat daun gantilan, pada biji tidak ada areola). Genus Cassia sekarang memiliki sekitar 30 jenis, Senna dan Chamaecrista memiliki jumlah jenis yang hampir sama.
Kategori : Pupuk 
Sinonim : Cassia hirsuta L. (1753), Cassia leptocarpa Benth. (1849).

Sesbania grandiflora Poir.
Inggris : Agati sesbania, West-Indian pea
Indonesia :

Pohon tidak bercabang, dengan tinggi hingga 15 m dan berdiameter sekitar 30 cm. Akar pada umumnya berbintil banyak dengan bintil yang besar. Pohon tersebut dapat mengembangkan akar melayang dan jaringan aerenkim. Batang berbulu menggimbal, tidak berduri. Daun majemuk menyirip dengan panjang hingga 30 cm, termasuk panjang tangkai daun 7-15 mm; Helaian daun berjumlah 20-50, berpasangan berhadapan atau berseling dalam satu tangkai daun. Bentuk daun lonjong hingga menjorong, berukuran 12-44 mm x 5-15 mm, ujung daun membundar, menumpul, hingga agak rata, sedangkan pangkalnya sedikit tidak simetris, gundul atau berbulu jarang pada kedua permukaannya ; Perbungaan tandan di ketiak terdiri dari 2-4 bunga; panjang tangkai bunga 15-35 mm, menggimbal; bunga berwarna putih, kekuningan, merah muda atau merah; Polong memita hingga sedikit melancor, berukuran 20-60 cm x 6-9 mm dengan kampuh besar, berisi 15-50, terdapat sekat pemisah berjarak 7.5-10 mm, gundul, tergantung vertikal, tidak merekah. Biji berbentuk agak mengginjal, berukuran 6.5 mm x 5 mm x 2.5-3 mm, berwarna coklat gelap.
Kategori : Pupuk 
Sinonim : Robinia grandiflora L. (1753), Aeschynomene grandiflora (L.) L. (1763), Agati grandiflora (L.) Desv. (1813).

Sesbania sesban
Inggris : Sesban
Indonesia : Janti

Perdu, tahunan, tingi ± 6 m. Batang tegak, bulat, berkayu, kasar, percabangan simpodial, putih kotor. Daun majemuk, lonjong, tersebar, panjang ± 2,5 cm, lebar ± 0,5 cm, ujung dan pangkal turnpul, pertulangan menyirip, tangkai berlekuk, panjang + 0,5 cm, hijau. Bunga majemuk, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang 4-5 cm, hijau, benang sari bentuk tabling, panjang + 1 cm, putih, putik bertangkai, melengkung, panjang + 1 cm, hijau, mahkota bentukupu-kupu, kuning pucat. Buah membentuk polong, panjang ± 20 cm, masih muda hijau setelah tua coklat. Biji lonjong, panjang + 0,5 cm, kuning kecoklatan. Akar tunggang, berbintik-bintik, coklat.
Kategori : Pupuk 
Sinonim : Aeschynomene sesban L. (1753), Sesbania aegyptiaca Poiret (1806) (as `Sesban aegyptiacus`).

Tephrosia noctiflora Boj.
Inggris :
Indonesia : Nila hutan

Terna atau perdu tahunan bercabang jarang, dengan tinggi 1.5-2 m. Batang tertutup rapat dengan rambut-rambut yang tersebar dan berwarna coklat muda. Daun menyirip gasal dengan 12-25 helai daun; panjang tangkai daun 1-2.5 cm; bentuk daun membundar telur sungsang hingga menjorong, berukuran 1-4.5 cm x 3-10 mm, bertusuk, permukaan atas gundul, dan berambut rapat pada permukaan bawahnya. Perbungaan tandan semu di ujung, di ketiak atau berhadapan dengan daun, dengan panjang hingga 35 cm; panjang tangkai bunga 3-16 cm; bunga berkelompok 1-5 pada ketiak daun gagang yang sempit. panjang sayap 5-8 m, berwarna ungu di bagian atas dan putih di bagian bawahnya. Polong berukuran 3-6 cm x 0.5 cm, berisi 5-10 biji, ditutupi dengan rambut-rambut berwarna karat. Biji berbentuk mengginjal, dengan panjang hingga 3.5 mm, berwarna coklat gelap, memata jala. Tephrosia noctiflora ditemukan tumbuh alami di Jawa pada ketinggian 700 m, di padang rumput, daerah ruderal, dan tepi sungai. Tumbuhan muda tidak tahan terhadap hujan yang lebat, tumbuhan tua dapat bertahan pada kelebihan air. Tumbuhan ini berpolinasi sendiri dan berbintil akar dengan baik. Bagian atas tumbuhan mengandung gamma-glutamyltyraminine. Tephrosia noctiflora kadang-kadang dibingungkan dengan Tephrosia purpurea (L.) Persoon.
Kategori : Pupuk 
Sinonim : Tephrosia subamoena Prain, Tephrosia hookeriana Wight & Arnott var. amoena Prain.

Tricleocarpa fragilis
Inggris : Alga calcarea
Indonesia :

Thallus silindris, permukaan licin, cartilaginaeus, warna coklat tua, hijau-coklat, hijau kuning atau merah-ungu. Ciri khusus secara morfologis, jenis ini memiliki duri-duri yang tumbuh berderet melingkar at both ends, dengan panjang permukaan annulate, (1-)5-8(-15) mm, diameter 1.5-2 mm, semakin pendek sampai ujungnya.
Kategori : Pupuk 
Sinonim : Eschara fragilis L. (1758), Galaxaura oblongata (J. Ellis & Sol.) J.V. Lamour. (1816), Tricleocarpa oblongata (J. Ellis & Sol.) Huisman & Borow. (1990).

Turbinaria
Inggris : Seaweed
Indonesia : Rumput laut

Daun menggasing, melebar hingga distal akhir, membentuk batas helaian mahkota melalui barisan gigi. Vesikula berada di tengah mahkota. Daur hidup diplon. Struktur seks berisi modifikasi daun (reseptakel). Cabang reseptakular berada di tangkai daun tidak jauh dari ujung utama. Gametangia berongga (konseptakel) pada permukaan receptakel.
Kategori : Pupuk 
Sinonim :

1 2 3 4
© 2014 Programming and Design by Wardiyono (YHA)