| Ditemukan 30 spesies dibawah kategori : Serat pakaian | |
|
 |
Abutilon theophrasti Medic.
Inggris : Indian mallow, Velvetleaf (Am).
Indonesia :
Merupakan herba tahunan, tinggi di Malesia mencapai 1m, di lain tempat mencapai 3 - 6 m. Daun sederhana, tersusun spiral; stipula menggaris hingga berbentuk jarum, panjang sekitar 8 mm; panjang tangkai daun 0.5-30 cm; helaian daun membulat, diameter 1.5-18 cm, pangkal bentuk jantung yang dalam, tepi daun berombak hingga bergigi tidak rata, ujung daun panjang-meruncing tidak tajam, 7-11-urat daun. Bunga soliter, aksiler; kelopak menggenta, diameter sekitar 13 mm; mahkota berwarna kuning, diameter sekitar 2 cm, petala bulat telur terbalik atau membulat; panjang tabung staminal 2-3 mm. Buah schizocarp, mericarps 10-16, 11 mm x 6 mm, pada ujungnya dengan 2 janggut. Biji berbentuk ginjal, diameter 3.5 mm, coklat tua, berambut pendek dan halus. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Abutilon avicennae Gaertner, Sida abutilon L.
|
 |
Ananas comosus Merrill.
Inggris : pineapple, ananas
Indonesia : nanas
Herba yang mempunyai batang semu dengan tinggi 30 - 50 cm mempunyai batang dalam bentuk roset dengan pangkal yang melebar dan menjadi pelepah. Daun tunggal bentuk pedang, ujung lancip tepi berduri kecil dan tajam. Bunganya majemuk, bentuk malai terdapat di ujung batang berwarna ungu kemerahan. Buah berbentuk menyilinder, permukaan buah seperti sisik atau genting kecil yang tersusun rapi, warna hijau kekuningan sampai jingga. Daging buah berwarna putih kekuningan mengandung banyak cairan yang rasanya manis, asam, harum dan tidak berbiji. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Bromelia comosa L. (1754), Ananas sativus (Lindley) Schultes f. (1830).
|
 |
Areca vestiaria Giseke
Inggris :
Indonesia : pinang merah
|
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Areca langloisiana Potztal, Mischophloeus vestiaria Merr., Seaforthia vestiaria Mart.
|
 |
Artocarpus
Inggris :
Indonesia :
Merupakan pohon kecil hingga besar atau kadang pohon hijau sepanjang tahun . Pohon deciduous monoecious, tinggi mencapai 40(-60) m, dari semua bagian mengeluarkan lateks putih yang tebal; bulung tegak dan silindris atau kadang tak beraturan, tidak bercabang hingga ketinggian 20 m, diameter mencapai 150(-300) cm; permukaan kulit kayu coklat atau abu - abu sampai abu - abu gelap, kulit kayu dalam coklat muda atau kuning kecoklatan hingga merah atau merah muda; getah kayu kuning pucat atau pirang. Daun tersusun spiral (subgenus Artocarpus) atau bersilangan dan distichous (subgenus Pseudojaca), simple, rata hingga berduri, urat daun berduri, coriaceous, gundul, hingga berambut; stipula besar, amplexicaul (subgenus Artocarpus) atau non-amplexicaul (subgenus Pseudojaca), biasanya menutupi tunas conical. Inflorescence unisexual, kepala silindris hingga membulat, pedunculate, sendiri atau berpasangan pada ketiak daun atau rami- atau cauliflorous; sejumlah bunga yang rapat tersusun bersama, tertanam dalam reseptakel, perianthium menutupi single ovarium atau benang sari; kepala jantan dengan perianthium tubular dan berlobi 2 atau berlubang diatas, terbagi 2-4, benang sari pendek hingga panjang; kepala betina dengan perianthium tubular, berdinding tipis di bawahnya, berdinding tebal di atasnya, dengan lumen yang tidak dalam, perianthium sebagian atau seluruhnya bergabung satu sama lain membentuk syncarp, ovar ium unilocular, stylus apical hingga lateral, simple atau bifid. Buah aggregate (syncarp) dibentuk dari perluasan seluruh kepala betina; ovarium matang berdinding tebal hingga berair atau horny, atau perkembangan indurated endocarp. Biji besar tanpa endosperm; embryo tegak. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim :
|
 |
Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg.
Inggris :
Indonesia : sukun
Merupakan pohon monoecious, tinggi mencapai 30 m, hijau sepanjang tahun pada daerah tropik lembab, semi-deciduous pada iklim monsoon. Batang tegak, tinggi 5-8 m, diameter 0.6-1.8 m; panjang tunas 10-20 cm. Daun alterernate, oval hingga ellips, 20-60(-90) cm x 20-40(-50) cm, ketika muda tidak terbagi, yang lebih tua rata atau deeply pinnately terpotong menjadi 5-11- titik lobes, tebal, seperti kulit, di bagian atas hijau tua dan mengkilap, di bawahnya hijau pucat dan kasar, panjang tangkai daun 3-5 cm. Inflorescences axiller, panjang peduncula 4-8 cm; inflorescence jantan 15-25 cm x 3-4 cm, berongga, kuning, bunga sedikit dengan benang sari tunggal; inflorescence betina stiffly upright, membulat atau silindris, 8-10 cm x 5-7 cm, hijau, bunga banyak, tertanam dalam receptacle, kelopak tubular, ovarium 2 sel, stylus tidak dalam, stigma berlobi 2. Buah syncarp dibentuk dari seluruh inflorescence, silindris hingga membulat, diameter 10-30 cm. Biji kecoklatan, membulat atau datar, panjang 2.5 cm. Semua bagian dari tanaman ini kaya akan lateks putih. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Artocarpus communis J.R. & G. Forster (1776), Artocarpus camansi Blanco (1837).
|
 |
Artocarpus elastica Reinw.
Inggris :
Indonesia :
Merupakan tumbuhan monoecious, tinggi mencapai 45 - 65 m, cabang mencapai 30 m, diameter 1,2 - 2 m, kulit kayu luar berwarna abu - abu gelap, lembut sampai slightly scaly, jika terluka mengeluarkan lateks tebal berwarna putih; kulit kayu dalam kekuningan sampai coklat pucat; sapwood putih kekuningan; daun tersusun spiral, stiffly leathery, pada tumbuhan anakan 2 - 3 kali pinnatifid dan mencapai panjang 2 mm, pada tumbuhan dewasa sederhana; stipula amplexicaul, lanceolate, panjang 6-20 cm, berbulu hispid dengan rambut berwarna kuning sampai merah kecoklatan; panjang petiole 4-10 cm; helaian daun oval sampai ellips, 15-60 cm x 10-35 cm, pangkal membulat atau meruncing, tepi daun rata atau shallowly crenate, ujung meruncing; tulang daun naik ke atas, tulang daun lateral 12-14 pasang. Inflorescence unisexual, capitate, soliter, axiller. Buah syncarp, panjang peduncle 7-12 cm, silindris, mencapai 17 cm x 10 cm, kuning kecoklatan. Biji ellips, 10 mm x 6 mm. Seedling dengan germinasi hypogeal. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Artocarpus blumei Trecul (1847), Artocarpus kunstleri King (1888).
|
 |
Boehmeria nivea Gaudich.
Inggris :
Indonesia : rami
Merupakan tumbuhan berumah satu, tegak, tinggi 1-2(-3) m, dengan rhizome panjang dan akar tuber sebagai penyimpan cadangan makanan. batang tidak bercabang dan kosong, diameter 8-16 mm, pada awalnya berwarna hiaju dan berambut kemudian berubah menjadi kecoklatan dan berkayu, lapisan kulit kayu menghasilkan serat rami. Daun berseling, sederhana, dengan 3 tulang daun basal utama; stipula axillary, pangkal connate, lanset menggaris, panjang mencapai 1,5 cm; panjang tangkai daun 6-12 cm, berambut; helaian daun membundar telur, triangular to suborbicular, 7-20 cm x 4-18 cm, pangkal membaji hingga agak menjantung, tepi daun bergigi, menggergaji atau beringgitan, ujung meruncing panjang, berwarna hiaju dan berambut di permukaan atas, pada permukaan bawah gundul dan berwarna hijau atau putih. Inflorescence axiller, tandan, malai, panjang 3-8 cm. Buah agak membulat hingga bulat telur, diameter sekitar 1 mm, berambut, crustaceous, coklat-kuning. Biji agak menbulat hingga bulat telur, coklat tua. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Urtica nivea L. (1753), Boehmeria tenacissima Gaudich. (1830), Boehmeria utilis Blume (1853).
|
 |
Broussonetia papyrifera Vent.
Inggris :
Indonesia :
Merupakan tumbuhan berumah dua, tanaman penghisap, tinggi mencapai 12(-35) m, mengandung lapisan susu, dengan tunas kecil, axiler. Batang berkenyal-kenyal,kulit kayu luar lembut, kulit kayu dalam mengandung serat yang dapat dijalin dan dapat diekstrak pada lapisan yang luas,; ranting rindang, tebal 1.5-3 mm, subtomentose, hirtellous hingga berambut. Daun berseling,dan tersusun spiral atau berhadapan. -Daun mengubah dan cara spiral mengatur atau subopposite; stipula bebas, semi-amplexicaul, bulat telur, panjang 0.5-1.5 cm, berambut, [yang] sedikit berrusuk, caducous; panjang petiola ( 1-)2-9(-15) cm, subtomentose; helaian daun bulat telur hingga ellips, 5-20 cm x 4-12 cm, rata atau bercuping 5, hampir tidak rata, chartaceous, pangkal bentuk jantung hingga membulat atau agak meruncing, tepi berombak, bergerigi atau bergigi, ujung meruncing atau agak runcing, permukaan atas berambut, permukaan bawah berambut lebih lebat hingga subtomentose pada urat daun. Urat daun lateral 5-9 pasang. Inflorescences jantan soliteer atau biasanya berkelompok pada tunas yang pendek, tandan, pendulous; panjang peduncle 1-2.5 cm, berambut hingga tomentellous; panjang tandan 3-10 cm; perianthium bercuping 4, panjang 1.5-2 mm, berambut; benang sari 4, panjang 3-3.5 mm, panjang anthera sekitar 0.8 mm; bractea 1.5-2.5 mm, berambut. Inflorescences betina capitate, soliter di axil daun atau di bawah daun, panjang pedunkel 0.3-1.5 cm, berambut hingga tomentellous; kepala membulat, diameter 1-1.2 cm; perianthium tubular, panjang sekitar 1 mm, bergigi 4; panjang ovarium sekitar, stigma 1, filiform, panjang 7-10 mm. Infrutescence sinkarp, agak membulat, diameter 2-2.5 cm, bagian yang berdaging, berisi braktea interfloral, yang biasanya berubah menjadi oranye; buah drupa, dengan pangkal dangkal dan exocarpium putih, endocarpium bulat telur, panjang 2-2.5 mm. Biji kecil, kotiledon datar dan radikel panjang. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Morus papyrifera L. (1753), Smithiodendron artocarpioideum Hu (1936), Broussonetia papyrifera (L.) L`Her. ex Vent. var. sumatrana (Miq.) Bur. (1873).
|
 |
Cannabis sativa L.
Inggris :
Indonesia : ganja
Merupakan herba tegak, satu tahunan, tinggi (umumnya 1-1.5 m, kadang lebih tinggi), biasanya bercabang, berumah dua atau kadang berumah satu, ketika muda berambut agak lebat. Daun di dekat pangkal batang berhadapan, semakin keatas tersusun spiral, bertangkai daun panjang; stipula bebas, berbentuk benang atau seperti tombak, panjang kira - kira 0.5 cm; leaflets (3-)5-7(-11), daun atas biasanya hanya mempunyai 1 anak daun, berbentuk lanset, 6-14 cm x 0.3-1.5 cm, sessile, meruncing panjang, pada permukaan atas sangat lebat dengan rambut pendek, pada permukaan bawah berambut, agak rapat dengan kelenjar sessile. Bunga unisexual; bunga jantan pada tandan yang pendek, rapat, dengan 5 tepala bebas, memanjang, panjang 5 mm, seperti membran, imbricate, putih kehijauan dengan tepi putih, benangsari 5, kepala sari kuning; bunga betina soliter di ketiak, seperti membran, seluruh braktea menutupi ovarium, perianthium tidak ada, ovary sessile, tangkai sari di tengah, stigma 2, panjang mencapai 7.5 mm, berbentuk benang. Buah oval, panjang 4-5 mm, lembut, kekuningan atau coklat; pericarpium keras, crustaceous, mudah terpecah menjadi 2. Biji unilateral, albumen sedikit dan berdaging; embrio besar, bentuk seperti sepatu kuda, kotiledon besar. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim :
|
 |
Ceiba pentandra Gaertn.
Inggris :
Indonesia : kapuk
Merupakan pohon berumah dua, tinggi 18-70 m, dalam budidaya biasanya mencapai 18-30 m. Akar menyebar horizontal, panjang 10 m atau lebih , di permukaan atas tanah 40-80 cm. Batang dengan atau tanpa cabang, menggarpu atau tidak, berduri atau tidak. Cabang melingkar, dimorfik, 1 lingkaran biasanya 3 cabang, horizontal atau merayap. Daun majemuk, alternate; panjang tangkai daun 7-25 cm; anak daun 5-11, memanjang - lanset, 5-16 cm x 2-4 cm, gundul. Bunga 2-15 pada fasikula aksiler, actinomorfik, bisexual; panjang pedicel 2.5-5 cm; kelopak menggenta, panjang 1-1.5 cm, lobus 5, di bagian luar gundul; petala memanjang-bulat telur terbalik, panjang 2.5-4 cm, bersatu pada pangkal, biasanya berwarna putih kotor dengan bau seperti susu, di bagian dalam gundul dan di bagian luar berambut lebat seperti sutra; benang sari bersatu pada pangkal dalam kolom staminal, terbagi menjadi 5(-6) cabang, panjang 3-5 cm, kepala sari bergelung atau seperti ginjal; panjang tangkai sari 2.5-3.5 cm. Buah elipsoid, seperti kulit, 7.5-30 cm x 3-7.5 cm, ketika masak berubah menjadi coklat, dengan banyak biji. Biji bulat telur, diameter 4 -6 mm, coklat tua, putih, kuning muda atau berwarna seperti sutra. |
Kategori : Serat pakaian
Sinonim : Bombax pentandrum L. (1753), Eriodendron anfractuosum DC. (1824).
|
|
|