| Ditemukan 34 spesies dibawah kategori : Pupuk | |
|
 |
Aeschynomene americana L.
Inggris : American jointvetch
Indonesia : Kacang meongan, asem-aseman, anjang.
Terna tahunan atau bertahunan atau agak menyemak, tumbuh dengan tinggi 1-2 m dan lebar 1.5-2 m, kelenjar berbulu sikat atau agak mengundul, dengan bentuk batang melata hingga tegak, batang utama keras tapi mengempulur dengan tebal 5-10 cm pada pangkalnya. Cabang dapat membentuk akar bila menyentuh tanah. Perawakan dapat berubah secara dramatis bila setelah dimakan ternak dimana cabang yang dekat dengan tanah akan membentuk tanah berumput. Panjang daun 2-7 cm, menyirip ganda dengan jumlah daun 20-60; daun ± berbentuk menyabit dengan ukuran 3-15 mm x 1-3 mm, gundul tapi bersilia setidaknya sepanjang tepi, 2-beberapa tulang daun, pada malam hari daun akan melipat bersama atau ketika disentuh. Perbungaan tandan di ketiak, jumlah bunga sedikit, kurang lebih sepanjang daun penumpu; panjang tangkai bunga kurang lebih 1 cm; berbunga kupu-kupu, dengan panjang 3-10 mm, berwarna kuning, jingga atau lembayung muda, biasanya dengan garis-garis merah atau ungu. Buah polong lurus atau sedikit melengkung, dengan panjang 1-3 cm, jumlah ruas 3-9; dengan panjang 2.5-5 mm x 3-6 mm, gundul hingga berbulu sikat, warna coklat terang, agak berbentilan, tepi menebal. Biji mengginjal berukuran 2-3 mm x 1.5-2 mm, berwarna coklat gelap hingga hitam. |
Kategori : Pupuk
Sinonim : Aeschynomene javanica Miquel (1855).
|
 |
Azadirachta indica
Inggris : bird`s-eye kalantas, nim, margosa, cornucopia, margosier, margosa tree
Indonesia : Mimba, kayu bawang
Pohon ini tingginya mencapai 20 m dan gemangnya 100 cm, batangnya agak bengkok dan pendek, gubalnya berwarna kelabu, terasnya berwarna merah dan keras. Tajuk rapat, berbentuk oval dan besar. Selalu hijau tidak menggugurkan daun pada musim panas dan kering yang ekstrim. Daunnya majemuk 7-17 pasang pertangkai, berbentuk lonjong dan bergigi. Daun sangat pahit dan bijinya mengeluarkan bau seperti bawang putih. |
Kategori : Pupuk
Sinonim :
|
 |
Azolla pinnata
Inggris : Azolla, ferny azolla, mosquito fern
Indonesia : mata lele
Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat di perairan yang tergenang terutama di sawah-sawah dan di kolam, mempunyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbosis dengan Anabaena azollae yang dapat memfiksasi Nitrogen (N2) dari udara. Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air, terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. Azolla berukuran 2-4 cm x 1 cm, dengan cabang, akar rhizoma dan daun terapung. Akar soliter, menggantung di air, berbulu, panjang 1-5 cm, dengan membentuk kelompok 3-6 rambut akar. Daun kecil, membentuk 2 barisan, menyirap bervariasi, duduk melekat, cuping dengan cuping dorsal berpegang di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung. |
Kategori : Pupuk
Sinonim : Salvinia imbricata Roxb. ex Griff. (1844), Azolla decomposita Zoll. (1854), Azolla imbricata (Roxb. ex Griff.) Nakai (1925).
|
 |
Calopogonium mucunoides Desv
Inggris : Calopo
Indonesia : Kalopogonium
Terna yang tumbuh cepat, dengan menjalar, membelit atau melata. Panjang hingga beberapa meter, membentuk sekumpulan daun yang tak beraturan dengan ketebalan 30-50 cm, dengan batang padat meroma dengan rambut-rambut yang tersebar. Berdaun tiga, panjang tangkai daun hingga 16 cm, meroma. Daun berbentuk menjorong, membundar telur atau mengetupat-membundar telur dengan ukuran (1.5-)4-10(-15) cm x (1-)2-5(-9) cm, bagian lateral menyerong, kedua permukaan meroma melekap atau gundul. Bunga tandan lampai, panjang hingga 20 cm, panjang tangkai bunga 0-17 cm, meroma, bunga dalam fasikulum berjumlah 2-6, berwarna biru atau ungu. Polong memita-melonjong, dengan ukuran 2-4 cm x 3.5-5 mm, lurus atau melengkung, meroma halus dengan rambut coklat kemerahan diantara biji, biji berjumlah 3-8. Biji berbentuk persegi padat dengan panjang 2-3 mm, berwarna kekuningan atau coklat kemerahan. |
Kategori : Pupuk
Sinonim :
|
 |
Canavalia ensiformis DC.
Inggris : Jack bean, horse bean
Indonesia : Kacang Parang, Kekara parang
Liana tahunan atau bertahunan berumur pendek dengan sistem perakaran yang dalam, belukar yang membelit atau melata dengan panjang hingga 2-3 m. Sesuai dengan bertambahnya umur, batang menjadi berkayu. Percabangan tumbuh pada buku terendah dan beberapa cabang sekunder juga tumbuh. Daun berseling, terdiri dari 3 helai, panjang tangkai daun 11-17 cm; daun berbentuk bundar telur-menjorong, dengan ukuran 5-20 cm x 3-12 cm, meruncing atau membundar dan bertusuk pada atasnya, jarang ditutupi dengan rambut pendek pada kedua permukaannya, pertulangan daun muncul dan memata jala. Bunga berwarna lembayung muda hingga ungu atau kadang-kadang putih, keluar dengan tandan di ketiak dengan buku membengkak yang menyokong 1-3 bunga pada tangkai bunga dengan panjang 2-5 mm; panjang tangkai tandan 10-35 cm, panjang tandan hingga 20 cm; Polong lonjong, terpampat ke samping dengan ukuran 15-35 cm x 3-3.5 cm, berisi 8-20 biji, setiap katup dengan iga kampuh dan terdapat iga tambahan di bawahnya. Biji berbentuk lonjong, terpampat ke samping, dengan ukuran kurang lebih 21 mm x 15 mm x 10 mm, berwarna gading atau putih, hilum coklat dengan panjang 6-9 mm. |
Kategori : Pupuk
Sinonim : Dolichos ensiformis L. (1753), Canavalia gladiata (Jacq.) DC. var. ensiformis (L.) Benth. (1859-1862).
|
 |
Canavalia gladiata DC.
Inggris : Sword bean (En).
Indonesia : kara pedang, kacang parasman, koas bakol
Pemanjat bertahunan yang tumbuh cepat dan berkayu dengan panjang 3-10 m, sering tumbuh sebagai tanaman tahunan. Sistem perakaran masuk jauh ke dalam tanah. Berdaun tiga, panjang tangkai daun 5-17 cm, panjang tangkai anak daun 4-7 mm; daun berbentuk membundar telur berukuran 7,5-20 cm x 5-14 cm, melancip, berbulu jarang pada kedua sisinya. Perbungaan tandan di ketiak dengan panjang 7-12 cm, panjang tangkai bunga 4-20 cm, pedisel 2 mm; bunga sering terkeluk balik berwarna putih. Buah polong, berbentuk memita-lonjong, sedikit terpampatkan dengan ukuran 15-40 cm x 2,5-5 cm, melebar pada ujungnya, kadang-kadang melengkung dengan bubungan, berisi 8-16 biji. Biji berbentuk lonjong-menjorong, terpampat kuat, berukuran 2-3,5 cm x 1,5-2 cm, berwarna merah muda, merah, coklat kemerahan hingga hampir hitam, jarang berwarna putih. Panjang hilum 1,5-2 cm, berwarna coklat, kulit biji sangat kuat dan tebal. |
Kategori : Pupuk
Sinonim : Dolichos gladiatus Jacq. (1787), Canavalia ensiformis (L.) DC. var. gladiata (Jacq.) Kuntze (1898), Canavalia ensiformis auct. non (L.) DC.
|
 |
Ceiba pentandra
Inggris : kapokier
Indonesia : Kapuk
Merupakan pohon berumah dua, tinggi 18-70 m, dalam budidaya biasanya mencapai 18-30 m. Akar menyebar horizontal, panjang 10 m atau lebih , di permukaan atas tanah 40-80 cm. Batang dengan atau tanpa cabang, menggarpu atau tidak, berduri atau tidak. Cabang melingkar, dimorfik, 1 lingkaran biasanya 3 cabang, horizontal atau merayap. Daun majemuk, alternate; panjang tangkai daun 7-25 cm; anak daun 5-11, memanjang - lanset, 5-16 cm x 2-4 cm, gundul. Bunga 2-15 pada fasikula aksiler, actinomorfik, bisexual; panjang pedicel 2.5-5 cm; kelopak menggenta, panjang 1-1.5 cm, lobus 5, di bagian luar gundul; petala memanjang-bulat telur terbalik, panjang 2.5-4 cm, bersatu pada pangkal, biasanya berwarna putih kotor dengan bau seperti susu, di bagian dalam gundul dan di bagian luar berambut lebat seperti sutra; benang sari bersatu pada pangkal dalam kolom staminal, terbagi menjadi 5(-6) cabang, panjang 3-5 cm, kepala sari bergelung atau seperti ginjal; panjang tangkai sari 2.5-3.5 cm. Buah elipsoid, seperti kulit, 7.5-30 cm x 3-7.5 cm, ketika masak berubah menjadi coklat, dengan banyak biji. Biji bulat telur, diameter 4-6 mm, coklat tua, putih, kuning muda atau berwarna seperti sutra. |
Kategori : Pupuk
Sinonim : Bombax pentandrum L. (1753), Eriodendron anfractuosum DC. (1824).
|
 |
Centrosema plumieri Benth.
Inggris : Butterfly pea (En).
Indonesia : kacang katropong (Sunda)
Terna bertahunan melata dan membelit, hampir gundul, mengayu pada pangkalnya. Berdaun tiga; bentuk daun bundar telur-menjorong berukuran 5-7 cm x 2-13 cm, agak gundul. Perbungaan tandan di ketiak dengan 1-10 bunga, dengan panjang hingga 7 cm; berwarna putih atau ungu, berbulu, berdiameter 4-6 cm. Polong berukuran 8-20 cm x 9-16 mm, panjang paruh 1-2.5 cm, jumlah iga 4. Panjang biji hingga 1 cm, berwarna coklat gelap hingga hitam. Centrosema plumieri dapat berbintil akar dengan baik, tapi tidak tahan dengan tanah asam. Pupuk hijau yang dihasilkan mencapai hingga 16 t/ha. Di Florida (Amerika Serikat), Centrosema plumieri tampil lebih baik dibandingkan dengan Centrosema pubescens; Di Belize (Amerika Tengah) `CF 16-1` berproduksi dengan layak. |
Kategori : Pupuk
Sinonim : Clitoria plumieri Turpin ex Persoon.
|
 |
Clitoria laurifolia Poir.
Inggris : Laurel-leaved clitoria, butterfly pea (En).
Indonesia : urek-urekan (Jawa), kacang cepel (Sundanese). Malaysia: pepipam, rumput turi hutan.
Perdu bertahunan yang memiliki perakaran yang dalam dan berkayu. Batang agak mendongak atau tegak dengan tinggi antara 20-90 cm, berbulu melekap. Berdaun tiga dengan panjang 5-10.5 cm; panjang tangkai daun hingga 5 mm; daun berbentuk lonjong berukuran 3-10 cm x 2 cm, permukaan atas gundul dan berbulu jarang pada permukaan bawahnya. Perbungaan tandan di ketiak dengan 1-2 bunga, panjang tangkai daun hingga 4 cm; berwarna ungu hingga mendekati putih dengan panjang 5-6 cm. Polong pita-melonjong dengan ukuran 2.5-5 cm x 8 mm, gundul, berbiji 3-7; katup cembung, berabungan. Biji bundar hingga bulat telur, lengket, panjang sekitar 3 mm, berwarna kuning-coklat. Clitoria laurifolia merupakan salahsatu semak belukar yang umum tumbuh di tempat terbuka, sepanjang jalan dan di lereng terutama pada tanah berpasir dan tanah liat merah. Tumbuhan ini memerlukan kelembaban dengan iklim tropis dataran rendah dengan rata-rata curah hujan tahunan sekitar 2000 mm, tapi pernah dilaporkan juga dengan curah hujan sekitar 500 mm. Bijinya yang lengket sering disebarkan oleh ternak. Ketika dibudidayakan, biji pada umumnya disebar langsung, tetapi kadang-kadang di sebar dalam baris-baris. Tanaman ini hanya membutuhkan perawatan sedikit. |
Kategori : Pupuk
Sinonim : Clitoria cajanifolia (Presl) Benth., Martiusia laurifolia (Poiret) Britton & Wilson.
|
 |
Crotalaria alata Buch.-Ham. Ex Roxb.
Inggris :
Indonesia :
Tumbuhan tahunan agak tegak dengan tinggi hingga 1 m. Cabang mendaki dengan rambut halus panjang tersebar. Daun tunggal, menjorong hingga melonjong dengan ukuran 4-9 cm x 1-3 cm, pada kedua sisinya berambut tak teratur. Panjang tangkai daun 1-4 mm; penumpu seperti sayap dengan lebar 2-5 mm, ujung memiliki kait. Perbungaan tandan di ketiak atau di terminal dengan panjang 5-15 cm, memiliki 4-12; berwarna kuning muda, agak gundul. Polong berbentuk agak silindris berukuran 4-5 cm x 0.9-1.2 cm, gundul, panjang tangkai 8-10 mm. Biji banyak, berbentuk hati menyerong dengan panjang 3-3.5 mm, berwarna coklat, halus. Crotalaria alata tumbuh di daerah bermusim hujan, sering tumbuh liar di dekat pesisir pantai pada tanah berpasir, juga sepanjang sungai pada batu-batuan dan tanah bergambut dengan ketinggian hingga 1500 m. Tumbuhan tahan terhadap api dan naungan perakaran yang penjang. |
Kategori : Pupuk
Sinonim :
|
|
|