Detil data Acacia nilotica (Linn.) Willd. Ex Del. [Print | Back]
Spesies : Acacia nilotica (Linn.) Willd. Ex Del.
Nama Inggris : Babul acacia, Egyptian thorn
Deskripsi : Pohon kecil atau sedang, tinggi kurang dari 10 m tapi terkadang dapat mencapai 20 m, bergaris tengah batang 60 cm, tajuk pohon berbentuk payung; kulit batang coklat gelap, permukaannya bercelah dalam memanjang dengan ketebalan 1—1.5 cm. Daun berseling, majemuk menyirip ganda, tipis seperti selaput, elips atau memanjang, pangkal daun bulat atau tidak memiliki bentuk sama, ujung daun tumpul, tepi daun rata. Bunga sangat kecil, terdiri dari 5 daun bunga yang tersusun dalam tangkai bunga yang panjangnya 1—3 cm. Buah kering memanjang dan pipih, berwarna hitam ketika tua, terdiri dari 5 – 12 biji. Biji bulat telur melingkar, pipih, dan hitam.
Distribusi/Penyebaran : Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari Afrika tropis. Daerah penyebarannya bermula dari Mesir, lalu ke selatan menuju Mozambique dan Natal, kemudian masuk ke barat-daya Asia, hingga menuju India. Di India, jenis ini telah tersebar luas, baik tumbuh liar maupun dibudidayakan, dan diintroduksi ke Sri Lanka, Burma, Indonesia (Jawa pada 1850) dan kawasan tropis Australia.
Habitat : Jenis ini tumbuh pada ketinggian permukaan laut sampai 1300 m dpl., tumbuh dengan baik pada tempat-tempat yang memiliki curah hujan tahunan 400—2300 mm. Tumbuhan ini toleran terhadap kondisi kekeringan atau tergenang dalam beberapa bulan. Tegakan-tegakan alaminya dapat dijumpai pada daerah-daerah di sepanjang aliran sungai yang mengalami banjir pada periode tertentu. Jenis ini diketahui memiliki toleransi suhu rata-rata tahunan pada 19—28°C, tapi tumbuhan ini dapat tumbuh pada berbagai kondisi suhu ekstrim dan sifat tanah, termasuk tanah liat dan tanah yang mengandung garam dengan pH 5.0—8.0. Tumbuhan ini akan tumbuh baik pada tanah alluvial. Ketika muda, spesies ini tidak toleran terhadap naungan. Tumbuhan ini baik ditanam pada tanah-tanah marjinal yang memiliki suhu ekstrim rendah atau tinggi.
Perbanyakan : Perbanyakan Acacia nilotica dengan menggunakan biji. Biji-bijinya dapat langsung ditebar di lahan pertanaman, atau dapat pula dibibitkan dalam persemaian terlebih dahulu. Untuk menghasilkan perkecambahan yang baik, biji-biji direndam dalam air hangat selama beberapa jam. Biji-biji yang dikumpulkan dari kotoran kambing dan domba akan lebih mudah dikecambahkan.
Manfaat tumbuhan : Kulit kayu Acacia nilotica biasa dimanfaatkan masyarakat India sebagai pewarna hitam dan coklat, sedangkan getahnya dimafaatkan untuk pembuatan pewarna dan tinta. Biji-biji, daun dan pucuk mudanya biasa dimakan sebagai bahan sayur atau makanan ternak. Jajaran pohon Acacia nilotica dapat berfungsi sebagai pagar yang melindungi perkebunan dari gangguan hewan-hewan gembalaan, selain itu berfungsi pula sebagai penghalau kebakaran (seperti di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur). Di Sudan, jenis ini digunakan sebagai tanaman penghijauan hutan di lahan-lahan kritis. Jenis ini juga merupakan jenis tumbuhan yang penting untuk reklamasi lahan bekas limbah, pertambangan, atau lahan dengan kandungan basa tinggi.
Sinonim : Acacia arabica (Lamk) Willd. .
Sumber Prosea : 3: Dye and tannin-producing plants p.45-48 (author(s): Wulijarni – Soetjipto, N. & Lemmens, R. H. M. J)
Kategori : Tumbuhan perintis/reklamasi
© 2010 Programming and Design by Wardiyono (YHA)