Detil data Acacia mangium Willd. [Print | Back]
Spesies : Acacia mangium Willd.
Nama Inggris : Brown salwood, black wattle, hickory wattle
Nama Indonesia : Tongke hutan, mangge hutan, mangium
Deskripsi : Pohon berukuran sedang hingga besar, tinggi dapat mencapai 35 m, batang bergaris tengah 90 cm, kulit batang berwarna coklat keabuan hingga coklat tua. Daun lurus di satu sisi dan melengkung di sisi lain (seperti bulan sabit dengan cekungan dangkal), memiliki 4 (atau 5) urat daun utama yang memanjang. Perbungaan bulir, terdiri dari 5 daun bunga. Buah kering lurus atau melingkar, berkayu.
Distribusi/Penyebaran : Nak tersebar di Kepulauan Sula, Seram, Kepulauan Aru, Irian Jaya, Propinsi Barat Papua New Guinea dan di bagian timur laut Queensland. Nak telah ditanam di berbagai tempat di kawasan Malesia, terutama Sabah dan Semenanjung Malaysia.
Habitat : Nak seringkali tumbuh di hutan primer atau hutan sekunder, pinggir hutan, savana, padang rumput atau pada tempat yang mempunyai drainase jelek. Di Indonesia nak tumbuh pada ketinggian 200 m dpl., tetapi di Australia bisa tumbuh hingga 800 m dpl.
Perbanyakan : Perbanyakan secara alami dilakukan degan biji.
Manfaat tumbuhan : Kayu Acacia mangium merupakan sumber bahan untuk konstruksi, pembuatan perahu dan lemari. Tumbuhan ini juga menghasilkan buburkayu yang telah memiliki warna putih yang bersih sehingga menghasilkan kertas dengan kualitas yang tinggi.dan kebakaran. Daunnya biasa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain itu, jenis tumbuhan ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman reklamasi lahan bekas tambang batubara atau untuk penghijauan lahan kritis.
Sinonim : Racosperma mangium (Willd.) Pedley .
Sumber Prosea : 5(2): Timber trees:Minor Commercial timbers p.36-37 (author(s): Arentz, F., Boer, E., Lemmens, R. H. M. J., Ilic, J.)
Kategori : Tumbuhan perintis/reklamasi
© 2010 Programming and Design by Wardiyono (YHA)