This DIV has a tip!!.
 |
|
| Detil data Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth. |
[Print | Back] |
|
| Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth. |
| Northern wattle, Papua New Guinea red wattle |
| Pohon berukuran kecil atau sedang, tingginya dapat mencapai 25 m; batang lurus tegak berdiameter 50 cm. Kulit batang berwarna coklat keabuan, keras dan kulit batang dalam berwarna merah dan berserat. Daun berbentuk seperti bulan sabit, berwarna hijau keabuan; memiliki 3 urat daun utama yang jelas, kekuningan. Perbungan bulir berwarna kuning cerah, biseksual. Buah kering, berbentuk bulat telur, pipih, berwarna coklat kusam. Biji berbentuk memanjang, berwarna hitam. |
| Acacia crassicarpa tumbuh alami di bagian timurlaut Queensland, baratdaya Papua New Guinea dan di bagian tenggara Papua. Jenis ini sekarang sudah ditanam di Sumatra, Kalimantan terutama di areal HTI yang berrawa. |
| Acacia crassicarpa umumnya tumbuh secara geografis terletak pada 8—20°S, dengan ketinggian tempat berkisar pada 0—200 m dpl., dan dengan curah hujan tahunan berkisar antara 500 mm hingga 3500 mm. Tempat tumbuh yang disukai jenis ini memiliki rata-rata suhu udara minimum berkisar pada 15—22°C dan suhu udara maksimum adalah 31—34°C. Acacia crassicarpa dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah (tanah berpasir, tanah granit, tanah vulkanik, tanah berbatu hingga aluvial, dan tanah koluvial). Di Papua New Guinea dan Irian Jaya, Acacia crassicarpa ditemukan tumbuh pada tanah lapang yang bergelombang, pada tempat-tempat dengan pengairan yang baik, tanah-tanah dengan kadar asam tinggi. Pada daerah berpasir, spesies ini tumbuh sebagai semak atau pohon kecil berukuran 2—8 m. Di Papua New Guinea, Acacia crassicarpa sering ditemukan tumbuh dengan Acacia aulacocarpa, Acacia auriculiformis dan Acacia mangium. |
| Biji-biji Acacia crassicarpa memiliki viabilitas biji yang lama, dan perlakuan pemanasan atau penggosokkan kulit luar biji dapat dilakukan untuk memecah dormansinya. Pencelupan biji-biji Acacia crassicarpa kedalam air panas selama 1 menit adalah perlakuan yang tepat. Perbanyakan secara vegetataif juga memberikan hasil yang bagus, seperti yang dilakukan oleh Thailand. Penanaman dengan jarak 3 m x 3 m (1100 pohon/ha) sampai 4 m x 4 m (625 pohon/ha) sangan cocok untuk reklamasi lahan atau perkebunan. |
| Kayu Acacia crassicarpa merupakan sumber bahan kayu bakar, konstruksi, furnitur, pembuat lantai, dan pembuat kapal. Pohonnya memberikan naungan dan mengendalikan pertumbuhan gulma, selain itu merupakan jenis yang efektif untuk rehabilitasi lahan yang diserang Imperata cylindrica (L.) Raeuschel. Di Papua New Guinea, dilaporkan bahwa jenis ini merupakan koloni yang kuat untuk tumbuh pada lahan-lahan yang terdegradasi akibat perladangan berpindah. |
| Racosperma crassicarpum (A. Cunn. ex Benth.) Pedley . |
| 11: Auxiliary plants p.56-58 (author(s): Pinyopusarerk, K. & Harwood, C. E.) |
| Tumbuhan perintis/reklamasi |
|
|