Detil data Acacia auriculaeiformis A. Cunn. Ex Benth. [Print | Back]
Spesies : Acacia auriculaeiformis A. Cunn. Ex Benth.
Nama Inggris : Northern black wattle, ear-pod wattle, tan wattle
Nama Indonesia : Akasia
Deskripsi : Pohon dengan tinggi hingga mencapai 30 m, bergaris tengah 50 cm. Kulit batang berwarna abu atau coklat. Bentuk daun seperti bulat sabit dengan panjang 10—16 cm dan lebar 1—3 cm, permukaan daun halus berwarna hijau keabuan. Perbungan aksiler berbentuk bulir, biseksual, kecil, berwarna kuning emas, dan wangi. Buah kering, berwarna coklat, tepinya bergelombang, awalnya lurus namun ketika buahnya semakin tua akan terpuntir berbentuk spiral yang tidak teratur. Biji berbentuk bulat telur hingga elips, berwarna hitam mengkilap, keras, tangkai biji panjang berwarna kuning atau merah.
Distribusi/Penyebaran : Tegakan-tegakan alami Acacia auriculiformis dapat dijumpai di Australia, bagian tenggara Papua New Guinea dan Indonesia (Papua dan Kepulauan Kai). Acacia auriculiformis telah didomestikasi sejak 50 tahun yang lalu, dan telah tersebar luas di kawasan Asia tropis termasuk Indonesia.
Habitat : Acacia auriculiformis tumbuh pada daerah-daerah dataran rendah tropis beriklim lembab, pada tanah-tanah di sepanjang tepi sungai,pada daerah berpasir di tepi pantai, dataran yang mengalami pasang surut air laut, danau-danau berair asin di dekat pantai, dan dataran yang tergenang air. Pohon ini juga tersebar luas di daerah padang rumput atau hutan rawa yang didominasi oleh pohon-pohon Melaleuca spp yang tinggi. Spesies ini secara alami dapat dijumpai mulai dari ketinggian permukaan laut sampai 400 m dpl, namun bila ditanam dapat sampai ketinggian 1000 m dpl. Temperatur yang disukai pada 32—38°C. Curah hujan bervariasi antara 760 mm hinga 2000 mm di Papua; persebarannya dipengaruhi oleh iklim muson yang musim keringnya dapat terjadi selama 6 bulan. Toleransi spesies ini terhadap intensitas kecepatan angin rendah karena cabang-cabangnya mudah sekali patah akibat terpapar angin yang kuat. Acacia auriculiformis memiliki toleransi yang luas terhadap berbagai kondisi tanah. Di Papua tumbuhan ini tumbuh dengan baik pada tanah asam dengan aliran air yang baik dan pada tanah-tanah liat yang becek atau tergenang sementara waktu atau dalam waktu yang panjang. Tanah-tanah pada daerah alami adalah tanah berpasir, tanah liat hitam, tanah alluvial yang merupakan turunan dari batupasir atau laterit, pH tanah biasanya berkisar antara 4.5—6.5, idak menutup kemungkinan untuk tumbuh di tanah basa seperti di Australia utara, juga pada tanah-tanah bekas pertambangan yang memiliki pH 3. Tumbuhan ini sangat toleran terhadap tanah masin. Pada sebuah percobaan di Thailand, tumbuhan ini dapat tetap tumbuh pada kondisi tanah yang mengandung garam dengan kisaran salinitas 0.15 to 7.25 dS/m, baik di tanah kering maupun basah.
Perbanyakan : Perbanyakan Ki hia menggunakan biji. Biji-biji yang secara fisiologis siap tanam tidak menunjukkan dormansi. Namun perlu perlakuan terlebih dahulu untuk biji-biji yang masak, yaitu pencelupan biji ke dalam air panas selama 1 – 2 menit lalu direndam dalam air dingin selama semalam atau direndam dalam air hangat selama 24 jam. Setelah perlakuan, biji-biji tersebut akan berkecambah setelah 6 hari kemudian dengan tingkat keberhasilan biasanya mencapai 75%. Inokulasi rhizobium atau mikorhiza biasanya dilakukan bila semai-semai dipersiapkan untuk ditanam di areal-areal terdegradasi atau bekas pertambangan. Perbanyakan Ki hia juga dapat dilakukan dengan stek.
Manfaat tumbuhan : Kayu Acacia auriculiformis merupakan bahan untuk kayu bakar. Tumbuhan ini cocok ditanam untuk menstabilkan lahan-lahan terkikis dikarenakan memiliki sistem perakaran yang padat dan mencuat ke permukaan (superficial and densely matted root system). Jenis ini telah dimanfaatkan secara luas untuk revegetasi dan rehabilitasi lahan-lahan terdegradasi di Indonesia. Dikarenakan toleransinya yang tinggi pula terhadap tanah-tanah miskin, jenis ini juga dipakai untuk reforestasi kawasan-kawasan bekas pertambangan timah dan bauksit.
Sinonim : Racosperma auriculiforme (A. Cunn. ex Benth.) Pedley
Sumber Prosea : 11: Auxiliary plants p.52-56 (author(s): Turnbull, J. W. & Awang, Kamis)
Kategori : Tumbuhan perintis/reklamasi
© 2010 Programming and Design by Wardiyono (YHA)