Detil data Abelmoschus esculentus Moench. [Print | Back]
Spesies : Abelmoschus esculentus Moench.
Nama Inggris : Ochra, lady`s finger
Nama Indonesia : Kopi arab
Deskripsi : Terna tahunan, tegak, tinggi hingga 4 m. Daun tersusun spiral, berlekuk 3-, 5- atau 7-; panjang tangkai daun hingga 50 cm, daun penumpu membenang dengan panjang hingga 20 mm, sering terbelah hingga pangkalnya. Bunga tunggal, terletak di ketiak daun atau dalam tandan semu, berwarna kuning; panjang tangkai bunga hingga 3 cm, dan hingga 7 cm buah; Buah menyilinder hingga kapsul bentuk piramid, panjang 5—35 cm, berdiameter 1—5 cm, ada yang berongga, setengah berongga atau tidak berongga. Buah berwarna hijau, ungu-kehijauan atau berwarna ungu ketika muda, dan kecoklatan pada saat matang. Biji membundar, berdiameter 3—6 mm, kehitaman.
Distribusi/Penyebaran : Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, yang tersebar luas ke daerah tropik dan subtropika, namun agak jarang ditanam di Indonesia dan Papua Niugini. Okra dikenal orang di Jawa namun tidak dikenal di pulau-pulau lain, walaupun buahnya sudah dapat diperoleh di supermarket.
Habitat : Persentase perkecambahan dan kecepatan tumbuh terjadi pada temperatur 30 - 35°C, sedangkan pada temperatur lebih tinggi akan menyebabkan gagalnya perbungaan. Kacang okra dapat tumbuh dengan baik dengan subur rendah atau tanah yang berat jika diberi drainasi yang baik.
Perbanyakan : Perbanyakan penanaman dengan biji. Kebanyakan petani memanen biji dari kultivar lokal mereka sendiri atau dari daerah yang agak heterogen. Cara yang paling mudah untuk menyimpan biji adalah tetap menyimpan dalam polongnya sampai biji itu akan digunakan. Untuk melunakkan kulit biji, biji tersebut direndam dalam air. Biji pada umumnya ditanam langsung dalam gundukan-gundukan kecil. Jumlah kepadatan optimum untuk menanam okra adalah sekitar 50 000—150 000 tanaman/ha. Suatu tanaman dengan metoda ratoon akan berbunga dalam waktu 35 hari setelah pemotongan dan akan memberikan hasil lebih tinggi dibanding yang ditanam melalui biji. Tetapi mutu buah tanaman ratoon lebih rendah.
Manfaat tumbuhan : Sebagian besar okra ditanam untuk memperoleh polong muda, yang dikonsumsi sebagai sayuran, mentah, digoreng atau dimasak. Okra ini biasa digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat sup. Polongnya dapat disimpan dengan cara dikeringkan atau diawetkan. Daun kadang-kadang digunakan sebagai bayam atau makanan ternak, serat dari batang digunakan untuk mengikat, getahnya diambil untuk pengobatan dan industri, dan bijinya digunakan sebagai pengganti kopi. Biji okra berisi sejumlah protein dan minyak berkualitas yang pantas dipertimbangkan.
Sinonim : Hibiscus esculentus L.
Sumber Prosea : 8: Vegetables p.57-60 (author(s): Siemonsma, JS)
Kategori : Kacang-kacangan
© 2010 Programming and Design by Wardiyono (YHA)